SEJARAH


PT Sarana Sumut Ventura atau sering disebut Sumut Ventura didirikan di Medan pada tanggal 23 September 1994 berdasarkan akta notaris no.72 yang telah dibuat oleh Notaris Martin Roestamy, SH. Pendirian Sumut Ventura merupakan gagasan Bapak Mar’ie Muhammad, Menteri Keuangan pada saat itu serta diprakarsai oleh PT Bahana Artha Ventura (PT BAV) dengan didukung tokoh-tokoh Pengusaha Sumatera Utara diantaranya Bapak Yopie S Batubara, Irfan Mutyara, Drs.Armyn, serta beberapa pengusaha lain yang berada di Medan dan Jakarta, disamping itu pendirian ini juga didukung oleh pemerintah daerah Sumatera Utara melalui PT Bank Sumut.


Sumut Ventura merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan modal ventura yang menyediakan sumber pendanaan bagi sektor-sektor usaha terutama sektor usaha micro, kecil dan menengah(UMKM) di Sumatera Utara dalam bentuk pembiayaan. Sektor UMKM ini diyakini dapat menopang pertumbuhan ekonomi rakyat dan saat ini pemerintah Indonesia menaruh perhatian yang besar dalam melakukan dukungan atas pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Dalam pelaksanaannya selain sebagai alternative sumber dana Sumut Ventura juga menjadikan UMKM yang dibiayai atau sering disebut dengan perusahaan pasangan usaha (PPU) sebagai mitra binaan dengan menyediakan fasilitas pendampingan manajemen bagi pengembangan kemampuan manajerial PPU yang meliputi perencanaan dan implementasi sistem akutansi dan keuangan, perencanaan dan pengembangan SDM, konsultasi umum manajemen dan non manajemen strategi pengembangan pasar dan membangun jejaring (networking) antar PPU yang dibiayai.


Selama kurun waktu lebih dari 20 tahun dalam kiprahnya sebagai sebagai lembaga pembiayaan modal ventura. Sumut Ventura telah berperan cukup besar dalam memajukan pertumbuhan ekonomi khususnya di Sumatera Utara yaitu melalui dukungan kepada sektor usaha kecil dan menengah yang tersebar dibeberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara. Hingga akhir tahun 2015 Sumut Ventura telah melakukan pembiayaan kepada 1.895 Perusahaan Pasangan Usaha dengan total akumulasi pembiayaan sebesar Rp. 227,095 Milyar yang tersebar dalam berbagai sektor usaha yaitu Pertanian,Perternakan, Industri, Perdagangan dan Jasa.